06 December 2014

Entrepreneur

Entrepreneur dan entrepreneurship, menurut Holt (1992), berasal dari bahasa Prancis yakni dari entreprendre.The Concise Oxford French Dictionary (1980) mengartikan entreprendre sebagai to undertake (menjalankan, melakukan, berusaha), to set about (memulai), to begin (memulai); to attempt (mencoba, berusaha).

Dalam bahasa Jerman menggunakan kata unternerhmer yang diturunkan dari kata kerja unternehmen yang berarti sama dengan arti entrepreneur (Sukardi, 1991).

Dalam bahasa Indonesia Kata “wirausaha” merupakan gabungan kata wira (gagah berani,perkasa) dan usaha. Jadi, wirausaha berarti orang yang gagah berani atau perkasa dalam usaha.

Konsep entrepreneurship (kewirausahaan) memiliki arti yang luas. Salah satunya, entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kecakapan tinggi dalam melakukan perubahan, memiliki karakteristik yang hanya ditemukan sangat sedikit dalam sebuah populasi. Definisi lainnya adalah seseorang yang ingin bekerja untuk dirinya. entrepreneur bukan berarti pedagang. Namun, mereka yang punya semangat untuk kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, serta mampu mengubah ”sampah” menjadi ”emas”. Adam Smith, yang kita kenal sebagai bapak ekonomi. Dalam pandangannya wirausaha berarti orang yang mampu bereaksi terhadap perubahan ekonomi, lalu menjadi agen ekonomi yang mengubah permintaan menjadi produksi.

Enam sifat entrepreneurship (research methodology workshop, 1977), sebagai berikut.

(1) Percaya diri (yakin, optimis, kemandirian dan kepemimpinan). (2) Originalitas (kreatif, inovatif dan inisiatif atau proaktif. (3) Berorientasi manusia (suka bergaul, comunity knowledge,berkomitmen dan responsif). (4)Berorientasi hasil kerja (Ingin berprestasi, tekun, teguh, kualitas Berorientasi keuntungan dan penuh semangat). (5) Berorientasi masa depan (pandangan ke depan dan pandai menebak peluang atau potensi dan mampu melihat pasar). (6) Berani mengambil resiko (suka tantangan dan perhitungan situasi)