21 February 2015

Cut Off

Cut off adalah pemisahan catatan transaksi periode saat ini (misal 2011) dengan periode berikutnya (misal 2012).
Sebagai ilustrasi :

Cut off untuk periode tahun 2011 adalah faktur penjualan no. 31092, itu artinya :
31088 31089 31090 31091 31092 31093 31094 31095
CUT OFF
Untuk faktur penjualan no. 31093, 31094, 31095 masuk pada periode tahun 2012 dan no. 31092 adalah no. maximum yang dipakai untuk mengaudit.

Tetapi apabila ada pembayaran hutang pada tanggal 28 desember 2011 dan diterima oleh pelanggan pada tanggal 03 januari 2012. Hal ini akan menyebabkan perbedaan pencatatan antara keduanya pada tanggal 31 desember 2011. Yang seperti ini bukanlah kesalahan cut off, tetapi perbedaan waktu yang disebabkan oleh waktu penyerahan. Akan sulit bagi auditor untuk memeriksa hal ini apakah terjadi kesalahan cut off, salah satu cara yang dipakai adalah KONFIRMASI. Jawaban konfirmasi pelanggan akan menjadi sumber informasi dan sebagai tambahannya auditor dapat memeriksa semua dokumen yang ada.

Tujuan dari tes cut off oleh auditor adalah memverifikasi apakah transaksi dari periode terakhir akuntasi dicatat dicatat dalam periode yang sesuai . kesalahan cut off akan sangat mempengaruhi pendapatan periode berjalan.

Dalam menentukan kewajaran cut off, diperlukan 3 pendekatan,

Memutuskan criteria yang sesuai untuk cut off
Criteria yang banyak digunakan oleh klien adalah dengan mencatat faktur ketika pengiriman terjadi dan memberi nomer secara berurutan pada dokumen yang dikeluarkan. Hal ini akan membuat lebih sederhana untuk mengevaluasi dan menguji cut off.

Mengevaluasi apakah klien telah menetapkan prosedur yang cukup untuk memastikan cut off yang layak.
Ketika klien membuat prosedur pemisahan tugas antara fungsi penerimaan dan penagihan juga akan mempermudah pencatatan transaksi dalam periode yang tepat. Sehingga bisa dipastikan klien telah menetapkan prosedur cukup untuk cut off yang layak

Menguji apakah cut off layak diberikan.
Jika pada perusahaan jasa pengiriman, arsip pengiriman tidak dinomeri dan pada petugas penerimaan serta penagihan tidak dipisahkan akan sulit menilai cut off yang akurat dan layak.

Cut off dapat diuji dan dibuktikan melalui nomer dokumen pengiriman untuk pengiriman yang dilakukan pada akhir periode (hari-hari terakhir dalam periode berjalan )dan dibandingkan dengan nomer periode berikutnya (hari-hari pertama pada periode berikutnya) dan catatan penjualan yang sekarang.

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang menjual produknya melalui internet?

Mungkin sulit bagi auditor pada perusahaan yang bergerak menggunakan E-Commerce mengevalusi apakah terjadi kesalahan cut off atau tidak. Biasanya perusahaan yang menggunakan system online dalam menjual produknya akan lebih sering mendapat kasus retur penjualan. Karena pembeli tidak dapat melihat secara langsung barang yang diinginkan dan saat menerima barangnya lalu tidak cocok dengan barang tersebut, pembeli akan cenderung mengembalikan barang itu. Hal ini akan menyebabkan auditor pada perusahaan E-commerce memperlukan sampel yang lebih besar untuk memverifikasi dan harus memisahkan pengevaluasian retur penjualan system online dengan system penjualan tradisional.